Just Note

Sejak aku jatuh cinta pada caramu membaca, sejak itu pula aku berjanji untuk tidak berhenti menulis

    • Home


     Kamu pantas mendapatkan seseorang yang sudah yakin denganmu.

    Tanpa perlu bertanya-tanya lagi mengenai siapa dirimu di matanya.

     

    Kebumen, 27 Januari 2020
    Azifah Najwa

    Continue Reading


    Dulu aku pernah berpikir, bagaimana rasanya menjadi orang yang disorot, yang sedang dilakukannya orang-orang tahu, yang sedang dicita-citakannya seluruh dunia tau, kehidupan sehari-harinya semua orang tahu. Nampaknya menyenangkan. 

    Dulu pun aku pernah mengalaminya. Dikenal banyak orang, disetting menjadi tokoh, dan itu sama sekali tidak menyenangkan. Aku tidak punya privasi. Orang-orang harus mendengarkan apa cita-citaku. Aku tidak boleh melakukan kesalahan di depan orang. Aku harus nampak selalu baik. Aku tidak boleh jatuh. Aku akan dipandang kasihan jika aku gagal. Aku kelelahan, menjalani hidup sesuai ekspektasi orang-orang.

    Hingga mereka-mereka mulai datang menghakimi, lagi-lagi dengan dalih menasihati. Siapa peduli? Aku tidak boleh punya kehidupan pribadi. "Kamu tidak seharusnya begini," kata mereka satu per satu. Betapa dulu hari-hariku terasa tidak tenang. Disindir di sosial media oleh mereka. Dibalik jilbab-jilbab besar yang mereka kenakan, dibicarakan aib-aibku oleh mereka. Belum lagi jika mereka menyampaikannya kepada orang lain, kepada teman-temanku yang lain. 

    Dan sekarang, aku menjadi orang yang biasa-biasa saja. Tidak dikenal oleh banyak orang, hanya segelintir orang. Hanya orang-orang yang berkontak dekat denganku, hanya orang-orang yang berkontak erat denganku. 

    Menyenangkan. Sangat. Aku tidak harus nampak selalu baik, aku bisa menunjukkan kalau aku jatuh, aku sedih, aku kecewa, aku marah. Tanpa harus dihakimi, tanpa harus dilihat dengan belas kasihan. 


    Yogyakarta, 16 Januari 2021

    Azifah Najwa


    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    About me


    Azifah Najwa. Penulis. Peneliti. N’s. Food scientist. an ISTP.

    Blog Archive

    • ▼  2021 (10)
      • ►  November (1)
      • ►  Maret (2)
      • ►  Februari (5)
      • ▼  Januari (2)
        • Pantas
        • Menjadi Orang Biasa
    • ►  2020 (3)
      • ►  Desember (1)
      • ►  Februari (1)
      • ►  Januari (1)
    • ►  2019 (11)
      • ►  November (2)
      • ►  Oktober (1)
      • ►  Mei (1)
      • ►  April (2)
      • ►  Januari (5)
    • ►  2018 (109)
      • ►  Oktober (1)
      • ►  September (1)
      • ►  Agustus (2)
      • ►  Juni (1)
      • ►  April (13)
      • ►  Maret (31)
      • ►  Februari (28)
      • ►  Januari (32)
    • ►  2017 (115)
      • ►  Desember (13)
      • ►  November (11)
      • ►  Oktober (14)
      • ►  September (21)
      • ►  Agustus (14)
      • ►  Juli (2)
      • ►  Juni (5)
      • ►  Mei (6)
      • ►  April (4)
      • ►  Maret (9)
      • ►  Februari (9)
      • ►  Januari (7)
    • ►  2016 (161)
      • ►  Desember (6)
      • ►  November (6)
      • ►  Oktober (12)
      • ►  September (25)
      • ►  Agustus (20)
      • ►  Juli (19)
      • ►  Juni (16)
      • ►  Mei (18)
      • ►  April (10)
      • ►  Maret (10)
      • ►  Februari (13)
      • ►  Januari (6)
    • ►  2015 (309)
      • ►  Desember (10)
      • ►  November (20)
      • ►  Oktober (27)
      • ►  September (24)
      • ►  Agustus (25)
      • ►  Juli (70)
      • ►  Juni (47)
      • ►  Mei (20)
      • ►  April (29)
      • ►  Maret (18)
      • ►  Februari (10)
      • ►  Januari (9)
    • ►  2014 (41)
      • ►  Desember (6)
      • ►  November (9)
      • ►  Oktober (10)
      • ►  September (15)
      • ►  Februari (1)
    • ►  2013 (2)
      • ►  Agustus (2)
    • ►  2012 (16)
      • ►  November (1)
      • ►  Oktober (3)
      • ►  Juli (1)
      • ►  Juni (3)
      • ►  April (3)
      • ►  Februari (3)
      • ►  Januari (2)
    • ►  2011 (11)
      • ►  Desember (5)
      • ►  Oktober (1)
      • ►  September (5)

    Total Tayangan Halaman

    Most View

    • Mengapa Pohon Gharqad Melindungi Yahudi?
      Mengapa Pohon Gharqad Melindungi Yahudi ?? Jawabannya sudah langsung dijawab dalam  hadits  tentang  pohon  itu, yaitu pohon   Gharqad  i...
    • Bertahan
      Sabarlah hati.  Kita pasti mampu melewati ini semua.  Kita pernah menghadapi yang lebih berat.  Kita pernah terluka parah, tapi a...
    • Purwokerto
      Di kota ini, kota di mana rasa lelah selalu di akhiri dengan bertemu kamu Aku menimang baik-buruk sebagai sebuah hal yang tabu Yang ...
    • Kembali
      Selamat malam, Purwokerto :) Ah maaf blog menjadikanmu berkarat beberapa pekan ini. Malam ini aku lega. Jangan kau tanya kenapa. Karena ak...
    • Topeng
      Jika menjadi diri sendiri akan melukai orang lain, maka aku memilih mengenakan lagi topengku Meskipun sembunyi di balik topeng tak pern...

    categories

    Catatan Cerita Dandelion Edelweis Food Scientist Idealisme KAMMI Keluarga Raudhatul Jannah Rentang Tunggu Rohis

    Followers

    facebook Google + instagram Twitter

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top