Just Note

Sejak aku jatuh cinta pada caramu membaca, sejak itu pula aku berjanji untuk tidak berhenti menulis

    • Home

    Ada yang tiba-tiba mengusikku, lagu yang entah bagaimana ceritanya ada di deretan play list murrotal, persis setelah surat Al Anfal, surat favoritku, dan seketika mengajakku ke masa-masa tiga tahun silam. Saat aku masih sering ke masjid sekolah bersama akhwat-akhwat yang lain, yang setiap hari senin minggu ke-2 ada kajian pengurus, yang setiap minggu agendanya tidak pernah absen, yang setiap ada agenda mabit undangannya selalu jadi rebutan di setiap kelas, iya, Rohis :)

    Kemudian ingatanku lari ke Forsas, Forum Silaturahmi Rohis se Kabupaten Kebumen, ke NeoRamdhanz, ah NeoPena, apa kabarmu, Nak? Aku dengar sekarang sudah banyak anggotamu. Iya dulu ingat sekali setiap minggu sore hanya 5-7 anak yang hadir di forum NeoPena, komunitas penulis pelajar, yang aku, Mba Tika, dan Jojo gagas agar mereka yang memiliki hobi menulis seperti kami bisa saling sharing, berbagi ilmu dan pengalaman yang tak banyak ini. Ah aku rasa idealismeku sebagai penulis fiksi telah luntur, dulu rasanya tidak pernah ada satu kompetisi kepenulisan fiksi pun yang absen aku ikuti, sekarang tidak ada saingannya, tidak ada yang menyemangati, tidak ada yang memaksa menulis lagi, tidak ada yang tiba-tiba mengirimkan pesan yang isinya rentetan diksi padahal hanya ingin menanyakan "kau baik-baik saja?"



    Ah siapa si yang iseng, saya jadi buka foto-foto jaman muda dulu :')

    Bagi 1000 bunga di hari ibu - 22 Des 2011
    NeoRamdhanz feat Forum Rohis Kabupaten Kebumen

    Semoga bisa ya, memperbudak waktu dan mengulang semua masa itu :)


    Purwokerto, 6 Januari 2016
    yang sedang rindu,

    Azifah Najwa

    Continue Reading
      dari kiri ke kanan: Ella, Fikri, Mariyani, Nabila
    (akhwat yang pingin narsis tapi tertahan.red)

    Sepotong Episode
    -Edcoustic-

    Sebuah kisah masa lalu hadir di benakku
    Saat kulihat surau itu
    Menyibak lembaran masa yang indah
    Bersama sahabatku

    Sepotong episode masa lalu
    Episode sejarah yang membuatku kini
    Merasakan bahagia dalam diin-Mu
    Merubah arahan langkah di hidupku

    Setiap sudut surau itu menyimpan kisah
    Kadang kurndu cerita yang
    Tak pernah hilang kenangan
    Bersama mencari cahayamu....


    Malam ini ada yang iseng muter lagu ini. Seketika, ingatanku langsung melesat jauh ke masa itu. Tentang Jundullah Community. Tentang Rohis SMANSA. Tentang surau yang tak lagi nampak seperti itu. Ingat benar, setiap hari selepas pulang yang kami lakukan adalah meramaikan masjid ini. Piket harian. Beresin mukena. Bersiin tempat wudhu. Jaga perpustakaan. Tahsin. Halaqah. Atau kadang numpang tidur. Tempat paling enak buat ngadem kalau lagi jam kosong. Tempat mabit yang paling aman. Saya rindu! Rindu kalian! Semoga kita masih menjadi insan-insan yang menebar manfaat bagi yang lain. Sebaik-baik manusia yang bermanfaat bagi yang lain kan? Begitu kata para murobbi murobbiyah kami.

    Selamat tengah malam. Selamat berdamai dengan rindu yang sampai atau tidak pada pemiliknya :)



    Purwokerto, 17 Oktober 2015
    Azifah Najwa

    lap ingus --' 
    Continue Reading


    Berulang aku mendegar, cinta itu fitrah, mencintai adalah pilihan. Dan betapa bodohnya aku memilih jatuh cinta. Ust. Salim A. Fillah dalam bukunya Jalan Cinta Para Pejuang pernah menjelaskan, saat jika kita diberi kesempatan untuk jatuh cinta pada siapa, harusnya kita tidak memilih untuk jatuh cinta pada siapa pun, karena cinta akan mengambil semua yang kita miliki. 

    Sedangkan aku? Memilih untuk jatuh cinta. Iya, aku memutuskan untuk jatuh cinta pada Gamais. Mencintai dengan sepenuh hati dan kesadaran penuh. Jangan tanya berapa kali aku merasa dikecewakan oleh keluarga ini. Bukankah cinta tumbuh karena kita pernah dikecewakan? Begitu sih kata saudara Liqoku. Dan aku mengiyakan. Aku pernah bertandang ke berbagai rumah, dan tinggal di sana, tapi rumahku di sini, di Gamais. 

    Ini tentang ukhuwah, ketika keluarga tak bisa kupandang, kehangatan mereka ada, kasih sayang mereka yang aku rasakan.

    Gamais organisasi, tapi bukan sekadar organisasi. Tentang ruhiyah yang diakrabkan iman. Awalnya tak percaya, jadi aku buktikan. Kita semua buktikan. Kita tak jarang bahkan sering kali merasa dikecewakan, tapi kita kembali ke rumah ini. Tak sedikit dari kita yang merasa pernah ditinggalkan, tapi nyatanya, kita, kami, mereka semua kembali ke rumah ini. 

    Gamais, bolehkan aku jatuh cinta berkali-kali padamu. Mencintai karena Allah. :')


    Purwokerto, 26 September 2015
    Azifah Najwa
    Continue Reading


    Hidup menurutmu seperti apa sih?

    Hidup ini aneh.

    Aneh?

    Begitu banyak hal membuat kita ingin hidup selamanya, tapi juga tak sedikit hal remeh temeh yang membuat kita berharap agar tidak pernah dilahirkan.

    Hidup ini lucu. Kadang kita menjalani hidup penuh dengan optimisme, tapi tak jarang kita hanya ingin sendiri menjalani hidup ini tanpa pernah ingin bertasipasi, tanpa pernah ingin dilukai dan melukai, tanpa harapan dan rasa takut kehilangan.

    Hari ini saya menggenapkan perjalanan mengelilingi matahari untuk yang ke-20 kali, mengelilingi bulan untuk yang ke-240 kali.

    Itulah alasannya kenapa saya suka sekali membuka file-file tulisan lama, membuka foto-foto lama, atau memutar kembali lagu-lagu yang dulu sering saya dengarkan

    Rasanya baru kemarin saya menghabiskan waktu siang untuk bermain di sawah, mengaji TPQ di sore hingga malamnya.

    Rasanya baru kemarin saya balapan sepeda waktu berangkat ngaji ke TPQ, tak jarang gagal berangkat karena jatuh dari sepeda.

    Rasanya baru kemarin saya mendirikan gubuk di samping rumah, sambil membual kalau dipuncak gunung sana ada pedang angling dharma, yang hanya bisa dicabut oleh orang yang selama hidupnya tidak pernah ngompol.

    Rasanya baru kemarin saya menghabiskan waktu bersama teman-teman sanggar bahasa, berlatih teater, menari, atau olah vokal.

    Rasanya baru kemarin saya menghabiskan waktu pulang sekolah hingga pulang sekolah lagi untuk berburu berita, berteman dengan malam untuk menyelesaikan liputan berita.

    Rasanya baru kemarin saya menghabiskan waktu di masjid sekolah, menghabiskan petang disudut sekolah untuk liqo, dan untuk pertama kalinya aku menyebut mereka keluarga, mereka yang tinggal di dalam rumah Jundulloh Community, Komunitas Tentara Allah.

    Rasanya baru kemarin saya melepas seragam SMANSA, menggantinya dengan jas almamater gold.

    Rasanya baru kemarin, baru saja kemarin, aku kenal lalu semena-mena membuatnya jatuh cinta kepadaku.

    Waktu berjalan begitu cepat tanpa pernah bisa ditawar.

    Lalu apa korelasi dengan gambar di post ini?

    Karena di perjalanan ke dua puluh ......, kita -siapa aku berani memasang-masangkan- tidak lagi mengelilingi matahari sendirian. Tidak lagi mengelilingi bulan dengan segala batas yang memisahkan.

    Kedua puluh berapa?

    Do'akan saja :)


    Purwokerto, 31 Agustus 2015
    Azifah Najwa

    Continue Reading
    Pada waktu saat kita saling melepaskan, ada hati yang patah namun ter-di-abaikan.

    Kemudian mungkin kita sama-sama merenungi, siapakah yang paling bersalah dalam kisah ini. Tapi pada saat seperti ini, itu semua tidak penting lagi. Kita hanya butuh menyembuhkan luka pada saat ini, hanya butuh mengumpulkan kekuatan untuk berdiri lagi -di atas kaki masing-masing-

    Pada waktu kita saling melepaskan, ada mimpi-mimpi yang menunggu ceritanya, apakah menjadi nyata atau ia hanya bunga tidur malam ini. Namun kita mengabaikannya, karena hari ini kita benar-benar merelakan semuanya. Tentang terjadi atau tidak, kita sama-sama enggan memutuskan, bahkan enggan tau.

    Pada saat kita saling melepaskan, ada doa-doa yang menguntai menuju langit. Entah siapa yang lebih banyak mendoakan yang lainnya, yang selalu kita sebut adalah semoga Tuhan memberikan hati seluas-luasnya tentang apa yang akan terjadi esok hari, agar kita sama-sama dikuatkan.

    Pada saat kita saling melepaskan, ada hati yang enggan melepaskan namun mengalah demi kecintaannya, tak ingin menjadi penyebab kesedihannya. Tak terhitung berapa kali ia berpikir tentang bagaimana memperbaiki semuanya, menjadikan semuanya baik kembali, namun semuanya hampir tak sama seperti kemarin, ia bingung.

    Melepaskan mungkin adalah satu-satunya jalan yang bisa kita lalui saat ini, namun diujung sana semoga Tuhan satukan kita pada tujuan yang sama. Lalu kita sama-sama tau kemana seharusnya pulang. Tujuan yang sama akan mempersatukan orang-orang dalam perjalanan kan?

    Smansa 13.
    Setiap kali pulang, membuka album kenangan adalah agenda yang tak boleh terlewatkan. Sebenarnya bisa saja membawanya ikut serta ke Purwokerto. Tapi tidak, Purwokerto tidak bisa menyajikan nuansa magis seperti di sini, di Kebumen, di SMANSA.

    Jangan minta aku untuk menuliskan bagaimana kisahnya, karena sampai kapan pun ceritanya tak akan pernah usai.
    Kita pernah sama-sama bersaing untuk masuk ke sekolah itu dan kita juga pernah bersama-sama mengusahakan untuk keluar dari sana.

    Rasanya baru kemarin kita sama-sama mengikuti 5 tahap tes demi mendapatkan sebuah kursi di sana, menyisihkan 600 peserta lain, kelas X, XI, XII kemudian sama-sama berjuang untuk keluar dari sana. Aku pernah menaruh hati pada sebuah tempat di sana. Aku pernah menitipkan hatiku di sana. Ada banyak perjumpaan-perjumpaan kecil tak sengaja di sana. Banyak canda yang masih menggantung di langit smansa. Banyak cerita yang masih direkam kaca-kaca jendela. Tentang mereka yang sering juara. Tentang mereka yang suka tidur di kelas. Tentang mereka. Ada banyak manusia unik di smansa. Ada banyak peristiwa tak terlupakan di smansa. Jika kau lupa, yang lain akan mengingatkannya. Dan tadi, aku baru saja diingatkan, kalau kemarin aku pernah dikeluarkan dari kelas.


    Smansa, 21 Juli 2015
    Nabila Faradina Iskandar

    Terima kasih untuk hari ini :')
    Selamat kembali ke Solo, Jogja, Bandung, Depok, Semarang, Surabaya, Malang, Jakarta, atau kalian yang tetap di Kebumen, menjaga cerita kita.
    Mari menata rindu lagi :)
    Continue Reading

    Mengapa Pohon Gharqad Melindungi Yahudi ??

    Jawabannya sudah langsung dijawab dalam hadits tentang pohon itu, yaitupohon Gharqad itu pohonnya orang Yahudi. Sehingga pohon itu akan melindungi mereka dari kejaran umat Islam.
    Dari Abi Hurairah ra. bahwa Nabi SAW bersabda, “Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kalian (muslimin) memerangi Yahudi, kemudian batu berkata di belakang Yahudi, “Wahai muslim, inilah Yahudi di belakangku, bunuhlah!” (HR Bukhari dan Muslim dalam Shahih Jami’ Ash-Shaghir no. 7414)
    لا تقوم الساعة حتى يقاتل المسلمون اليهود، فيقتلهم المسلمون حتى يختبئ اليهودي من وراء الحجر والشجر، فيقول الحجر أو الشجر: يا مسلم، يا عبد الله، هذا يهودي خلفي، فتعال فاقتله.. إلا الغرقد، فإنه من شجر اليهود” (ذكره في: صحيح الجامع الصغير أيضًا -7427)
    Tidak akan terjadi hari kiamat, hingga muslimin memerangi Yahudi. Orang-orang Islam membunuh Yahudi sampai Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon. Namun batu atau pohon berkata, ”Wahai muslim, wahai hamba Allah, inilah Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuh saja. Kecuali pohon Gharqad (yang tidak demikian), karena termasuk pohon Yahudi.” (HR Muslim dalam Shahih Jami’ Ash-shaghir no. 7427)
    Hadits di atas dari segi kekuatan sanadnya termasuk hadits shahih tanpa perbedaan pendapat. Dan termasuk dari tanda-tanda kenabian Rasulullah SAW yang terkait dengan mukjizat kabar yang akan terjadi di masa yang akan datang.
    Namun ada yang hal yang kurang kita sadari selama ini. Yaitu bahwa hadits ini baru terasa relevan di zaman sekarang ini saja. Sepanjang 14 abad lamanya, tiap ada orang yang baca hadits ini di zamanya, akan sedikit berkerut kening. Mengapa?
    Sebab di masa mereka hidup, sejarah Yahudi tidak seperti sekarang. Mereka belum lagi menjadi sosok negara super power yang ampuh. Keangkuran Yahudi dengan negara Israelnya belum pernah ada sepanjang 14 abad itu. Keberadaannya baru muncul di abad 20 ini atau abad 14 hijriyah.
    Orang Yahudi sepanjang sejarah Islam, justru selalu berada di bawah perlindungan negeri-negeri Islam. Komunitas Yahudi selalu dimusuhi oleh semua bangsa dan negara sepanjang sejarah. Kemunitas Yahudi pun pernah dibantai oleh Nazi Jerman di masa Hitler. Nyaris tidak ada tempat buat Yahudi kecuali di dalam negeri Islam. Mereka aman bila tinggal di wilayah khilafah Islam, karena hukum Islam melarang memerangi ahlu zimmah (kafir zimmi).
    Salah satu penguasa yang anti Yahudi adalah Spanyol Kristen. Ketika Spanyol dikuasai rejim Katolik, bukan hanya umat Islam yang diusir, tetapi termasuk juga kalangan Yahudi. Tidak ada satu pun tanah di dunia ini yang mau menampung bangsa ini, kecuali penguasa muslim Turki Utsmani.
    Maka selama 14 abad itu, hadits ini cukup mengherankan umat Islam. Bagaimana mungkin umat Islam yang selama ini melindungi bangsa Yahudi serta mengharamkan darah mereka, lantaran mereka termasuk ahlu zimmah, tiba-tiba akan memerangi Yahudi sampai mati. Bahkan batu dan pohon akan memerintahkan umat Islam untuk membunuh mereka juga.
    Teka-teki hadits ini baru terjawab pada tahun 1948, ketika komunitas Yahudi dunia melakukan agresi, penjajahan dan pencaplokan sebuah negeri Islam merdeka, Palestina. Dan pada tahun 1967 semakin jelas lagi hadits ini, karena ternyata komunitas Yahudi yang selama 14 abad hidup di bawah perlindungan, asuhan dan kerahiman umat Islam, tiba-tiba berubah menjadi srigala liar yang mengakibatkan perang Arab-Israel.
    Barulah di masa sekarang ini hadits ini menjadi lebih punya arti, setelah terkuaknya misteri. Ternyata Yahudi yang selama ini hidup di bawah asuhan dan kasih sayang umat Islam, tiba-tiba jadi makhluk buas pembantai nyawa.
    Dan menarik untuk diperhatikan, bahwa Yahudi sudah mempersiapkan apa yang mereka dapat di masa sekarang ini sejak lama. Bahkan ada yang mengatakan sejak ribuan tahun yang lalu. Konon terbentuknya negara-negara super power, penjajahan barat atas dunia timur, naiknya para pejabat di masing-masing negara adidaya, semua tidak lepas dari sinario mereka. Inggris di masa lalu dan Amerikadi masa sekarang, tidak lain hanyalah alat yang disiapkan untuk mewujudkan cita-cita pembentukan Israel.
    Karena itu mustahil meminta Amerika untuk menekan Israel agar menghentikan serangan mereka ke negeri Islam. Adanya hak veto di PBB semakin membuktikan bahwa PBB pun termasuk bagian dari alat yang diciptakan oleh mereka.
    Kepastian Kekalahan Yahudi
    Selain terkuaknya misteri hadits ini di abad 14 hijriyah, hadits ini sangat tegas menyebutkan kepastian kehancuran bangsa pengingkar Allah dan nabi ini. Bahkanpohon dan batu pun akan ikut membantu umat Islam dalam menumpas mereka.
    Karena itu, hadits ini juga menjadi penghibur derita, pelipur lara dan pembangkit harapan buat umat Islam yang sempat merasakan kebengisan Yahudi secara lebih nyata. Bahwasanya Israel yang bukan manusia itu pasti akan dikalahkan, mati kutu dan mati betulan. Ini adalah sebuah kepastian, karena yang bilang bukan sembarang orang. Yang bilang adalah seorang yang paling dekat kepada Allah SWT, yaitu Nabi Muhammad SAW.
    Yang menarik juga, di dalam hadits ini Rasulullah SAW menyebutkan sebuah nama pohon, yaitu Gharqad. Pohon ini milik Yahudi, sehingga kalau ada Yahudi sembunyi di baliknya dari kejaran umat Islam, pohon ini tidak akan berbicara. Sebaliknya, pohon ini akan melindungi Yahudi, karena pohon ini milik mereka.
    Dan mengapa pohon gharqad itu melindungi yahudi?
    Benar bahwa semua benda itu ciptaan Allah. Dan seharusnya semuanya tunduk dan patuh kepada kehendak-Nya. Bukan hanya pohon, bahkan tanah, langit, bumi, serta semua isinya, tunduk kepada Allah, baik secara terpaksa maupun secara sukarela.
    Sebenarnya jin kafir atau Iblis sekalipun, juga makhluk ciptaan Allah. Kalau Allah kehendaki, bisa saja Iblis tidak kafir. Kalau Allah kehendaki, bisa saja tidak ada skenario Iblis ingkar atas perintah Allah SWT untuk sujud kepada Adam alaihissalam.
    Tapi yang kita tahu, semua itu adalah kehendak Allah SWT. Sehingga kita dapati Iblis melakukan tindakan kemungkaran yang dilarang, bahkan membangkang terhadap perintah Allah SWT. Kalau pakai logika anda, seharusnya Iblis tidak boleh membangkang, bukankah dia itu makhluk Allah?
    Tetapi sekali lagi, kita beriman kepada Allah SWT dan juga kepada sifat-sifat-Nya. Dan salah satu sifat Allah SWT adalah berkehendak. Di antara kehendak-kehendak Allah itu, Allah SWT ternyata menghendaki Iblis membangkang. AKan tetapi bukan pada tempatnya untuk mempertanyakan Allah SWT atas setiap kehendaknya.
    Dan itulah bedanya tuhan dan bukan tuhan. Tuhan itu berkehendak dan tidak perlu ditanya-tanyai latar belakang semua yang dikehendaki-Nya. Sebaliknya, hanya yang bukan tuhan saja yang bisa ditanya-tanyai kalau bertindak. Kalau kita melakukan dosa dan maksiat atau hal-hal lain yang tidak senonoh, maka kita akan ditanyai dan harus bertanggung-jawab, paling tidak nanti di akhirat.
    Sedangkan tuhan, tidak perlu dan bukan dalam posisi untuk diinterogasi, mengapa melakukan ini dan mengapa melakukan itu. Sebab hakikat tuhan adalah absolut, mutlak, tidak perlu menjelaskan apa yang dikehendaki-Nya.
    Kembali ke pohon Gharqad, tentu saja bukan kafir. Sebab istilah kafir itu hanya berlaku buat dua jenis makhluk saja, yaitu jin dan manusia. Selebihnya semua tunduk kepada apa yang Allah kehendaki.
    Maka pohon Gharqad itu kalau kita lihat dari kacamata hakikat, justru sangat tunduk kepada Allah. Dalam arti dia tunduk kepada skenario dari Allah untuk menjadi pohon yang melindungi Yahudi di akhir zaman. Tetapi tidak perlu kita vonis sebagai pohon kafir.
    Yang kafir itu hanyalah Yahudi, yaitu mereka ingkar dan membangkang dari ketentuan Allah SWT yang bersifat formal. Walhasil, Yahudi nanti akan masuk neraka, semuanya dan tidak keluar-keluar lagi dari sana selamanya. Kecuali Yahudi yang tobat dan sempat masuk Islam, maka mereka adalah saudara kita.
    Washington Post edisi April 1984 memuat satu artikel tentang pertemuan Presiden AS Ronald Reagan dengan seorang pelobi senior Yahudi dari American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) bernama Tom Dine. 
    Pertemuan itu berlangsung secara pribadi.
    Kepada Tom Dine, mantan Gubernur Negara Bagian California ini dengan serius berkata, “Anda tahu, saya berpaling kepada nabi-nabi kuno Perjanjian Lama dan kepada tanda-tanda yang meramalkan Perang Armageddon. Saya sendiri jadi bertanya-tanya, apakah kita ini akan melihat semuanya itu terpenuhi. Saya tidak tahu. Apakah Anda belakangan ini juga telah memperhatikan nubuat-nubuat para nabi itu… akan tetapi, percayalah kepada saya, bahwa nubuat-nubuat itu menggambarkan masa-masa yang sekarang ini sedang kita jalani. ” Tom Dine tersenyum dan mengangguk pelan.
    Presiden Reagan merupakan presiden Amerika Serikat pertama yang memulai suatu tradisi baru dalam protokoler Gedung Putih, di mana kebaktian, seminar keagamaan, dan pertemuan-pertemuan dengan sejumlah tokoh gereja evangelikal Amerika sering diadakan. Di masa Reagan-lah paham Zionis-Kristen masuk dalam lingkaran elit pemerintahan Amerika. Seluruh kebijakan, terutama kebijakan Amerika di luar negeri khususnya untuk wilayah Timur Tengah, sangat kental bernuansa Zionis.
    Penerus Reagan, George H. W. Bush, William J. Clinton, dan George W. Bush, merupakan orang-orang yang sangat yakin tentang nubuat-nubuat (janji-janji atau ramalan-ramalan) Tuhan seperti yang tercantum di dalam Injil Darby atau Scofield, Injil resmi Amerika. Menurut keyakinan mereka, abad millennium merupakan zaman akhir di mana suatu ketika akan terjadi Peperangan Besar Terakhir (Armageddon) yang melibatkan seluruh dunia, antara Tentara Tuhan melawan Pasukan Iblis. Kristus akan mengalahkan Anti-Christ. Dan setelah itu dunia akan menjadi damai dan sejahtera hingga datangnya hari penghabisan.
    Sebab itu, dilandasi kepercayaan akan hari akhir seperti yang dinubuatkan dalam Injil Darby, para presiden Amerika bekerja dengan sekuat tenaga untuk melapangkan jalan bagi suatu hari di mana akan datang Kristus yang kedua kalinya. Karena menurut kepercayaan mereka Kristus akan turun di tanah Palestina, maka mereka berupaya untuk menguasai Tanah Palestina sepenuhnya dan memberikannya kepada orang-orang Yahudi.
    Kaum Zionis, apakah mereka yang berada di Tanah Palestina maupun yang tersebar di Amerika dan Eropa, sangat yakin bahwa era millenium ketiga ini merupakan pintu gerbang pada akhir zaman. Entah sengaja atau tidak, kasus WTC 911, di mana Menara Kembar WTC yang dilihat dari jauh bagaikan sebuah gerbang, diruntuhkan, maka seakan terbukalah suatu era baru bagi keyakinan ini.
    Segala daya upaya mereka lakukan guna menghadapi datangnya Messiah yang mereka yakini akan memimpin mereka dari Kuil Sulaiman untuk menaklukkan dunia.
    Namun ada satu anomali yang secara diametral bertentangan dengan keyakinan mereka ini. Di satu sisi mereka mengaku sangat yakin akan bisa mengalahkan seluruh umat manusia, wabilkhusus umat Islam, dan menjadi pemimpin dunia, namun di sisi lain mereka juga berlomba-lomba menanami Tanah Palestina yang mereka duduki secara tidak sah, dengan pohon ghorqod (nama latin: Nitraria retusa).
    Ada sebuah hadits shahih tentang hari akhir mengenai pohon ini: “Tidak akan terjadi kiamat hingga kaum muslimin memerangi kaum Yahudi, lalu membunuh mereka, sehingga seorang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, lalu batu dan pohon berkata: Hai Muslim! Hai hamba Allah! Ini Yahudi di belakangku, kemarilah, bunuhlah dia! Kecuali pohon ghorqod, maka itu adalah dari pohon-pohonnya orang Yahudi. “ (HR Muslim VII/188, Bukhari IV/51, Lu’lu’ wa al-Marjan III/30
    Melihat ulah para Zionis-Yahudi yang berlomba-lomba menanami Tanah Palestina dengan pohon Ghorqod, maka kenyataan ini menjelaskan kepada kita bahwa kaum Yahudi itu sesungguhnya memahami hakikat hari akhir, di mana mereka akan dikejar-kejar oleh umat Islam dan hanya pohon Ghorqod-lah satu-satunya tempat yang bersedia dipakai guna tempat persembunyian kaum Yahudi.
    Proyek Internasional Ghorqod
    Tidak diketahui secara pasti kapan kaum Zionis-Israel menanami Tanah Palestina dengan pohon Ghorqod. Hanya saja, melalui website Jewish National Fund (www.jnf. Org), di bagian JNF Store (Tress for Israel Certificate), disebutkan bahwa di Tanah Palestina telah ditanami sebanyak 220 juta batang pohon Ghorqod.
    Uniknya, dengan serius dan profesional, kaum Zionis juga mengiklankan di dalam situs tersebut bahwa siapa saja bisa membeli pohon Ghorqod secara online dan kemudian menyumbangkannya ke Israel untuk ditanami di Tanah Palestina. Harga sebatang pohon tersebut sebesar US$18, dan barangsiapa yang membeli tiga batang seharga US$36 akan mendapat satu batang gratis.
    Bukan itu saja, pengepakkannya pun pembeli bisa memilih dengan memakai plastik (dikenai tambahan biaya US$10 perbatang) atau dengan peti kayu (US$50 perbatang). Dan untuk waktu pengirimannya, pembeli bisa memilih antara yang super cepat (US$30 perbatang, dijamin sampai di Tanah Palestina hanya dalam waktu 2 hari), cepat (US$15 perbatang dengan waktu 3 hari), dan reguler (tidak disebutkan). Untuk keterangan lebih lanjut, mereka juga menyediakan sebuah nomor hubungan internasional (88 JNF-0099 dan 1-800-542-TREE. Hanya mata uang dollar AS yang diterima sebagai pembayaran yang sah.
    Pertanyaannya kemudian, adakah orang Indonesia yang sudah memesan pohon ini untuk ditanam di Tanah Palestina?(Rz)
     
     
    Kenapa mereka berusaha menanam pohon Gharqad jika mereka tidak mempercayai kata kata      Nabi Akhir Zaman sendiri??? mengapa supaya ditanam Palestine dan Israel??
    Sumber:http://rhioex.blogspot.com/2011/06/mengapa-pohon-gharqad-melindungi-yahudi.html
    Continue Reading


    Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada tiga tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana . Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, "Mengapa Yahudi Pintar?"

    Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California , terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa Tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?

    Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.

    Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.
    Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.

    Stephen bertanya, "Apakah ini untuk anak kamu?"

    Dia menjawab, "Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius." Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.
    Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.

    Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.

    Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan..

    Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, "Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet)," ungkapnya.

    Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.

    Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk.
    Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.

    Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.

    Menurut ilmuwan di Universitas Israel , penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak (bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.

    Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).

    Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban. Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ.. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar. Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak.Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.

    Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, "Perbandingan dengan anak anak di California , dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!! !" katanya.

    Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari.
    Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.

    Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.
    Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.

    Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi.. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya.
    Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!

    Anda terperanjat?
    Itulah kenyataannya.

    Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?

    Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.

    Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.

    Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, seusai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran.

    Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. "Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?" demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.

    Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran.. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur'an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka.
    Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.

    Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia . Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.

    Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.

    Benarkah merokok dapat melahirkan generasi "Goblok!" kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.
    "Lihat saja Indonesia ," katanya seperti dalam tulisan itu.

    Jika Anda ke Jakarta , di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!!

    "Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Ditangga berapakah kedudukan mereka di GNP sedunia?
    Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?"

    Apa yg diminta kebanyakan orang Indonesia untuk sebutan TIPS?? "uang rokok".

    Seorang buruh pasar, tukang becak, kuli & saudara2 kita dengan penghasilan hari ini untuk makan hari ini ketika pertama kali menerima upah apa yg dibelinya ? "rokok".

    Bahkan kebanyakan mereka rela tidak sarapan asal bisa ngerokok.... .

    Sumber: http://kamar. noersilo. web.id/2009/ 02/rahasia- kecerdasan- yahudi/ 
    Continue Reading


    Aneh,….
    Sering ia berteriak keras“ mari berjuang kawan-kawan!!!”
    Tapi sampai saat ini pun tak mengerti ia apa itu perjuangan…

    Aneh,…
    Kerap ia berteriak lantang“ maju kawan-kawan!!”
    Tapi, saat ini pun tak tahu pasti ia apakah benar-benar sedang melaju…

    Aneh juga,….
    Kerap ia bersorak lantang “mari hancurkan kezhaliman!!!”
    Tapi tak sedikitpun ia tersadar kalau ia sedang diserang…
    Aneh lagi,…
    Sering lisannya berucap “perjuangan memang butuh pengorbanan saudaraku…”
    Tapi semenit pun tak rela waktu tidurnya berkurang untuk perjuangan….
    Kerak-kerak uang sakunya pun sangat berat ia berikan sekedar untuk sunduk juang…
    Sms2-nya pun begitu seringnya terkirim “maaf ga bisa bantu,,lagi sakit pilek…”

    Aneh lagi,…
    Sering lidahnya berujar “persaudaraan tertinggi adalah itsar saudaraku…”
    Tapi, senyum berpapasan pun terasa sangat mahal…
    Salam dan jabat tangan pun hanya sekedar….
    Lebih berat lagi sampai harus bertanya kabar…

    Aneh lagi,…
    Sering ia lontarkan wejangan “perjuangan butuh bekal saudaraku…..!”
    Tapi tilawah rutin tiap hari pun ia tidak lakukan…
    Tahajud sekali seminggu pun selalu jadi beban…
    Shalat berjamaah pun dibikin seperti arisan…
    Kalo baca buku pun maunya hanya yg berlabel “ikhwah jatuh cinta…”

    Aneh lagi,…
    Sering ia sampaikan nasihat “da’wah itu yang sabar akh…”
    Tapi ketika diskusi omongannya selalu hanya keluh kesah…
    Objek ceritanya hanya selalu masalah…


    Di akhir ku hanya ingin berdoa….
    Semoga yang kusebut disini bukanlah diriku sendiri…
    Juga bukan antum yang membaca,….
    Bahkan kalau boleh berharap lebih, agar orang ini tak ada,…

    Ya Allah ya Rabbi….
    Teguhkan hati kami…
    Kuatkan langkah kami…
    Jaga iman kami…jaga persaudaraan kami...
    Agar kami saling mencintai dan selalu teguh di jalan ini….

    Saya cinta kalian saudaraku,,,karena Allah
    Oleh : Adi Putra (teknik geologi ITB '06)
     
    Continue Reading
    Older
    Stories

    About me


    Azifah Najwa. Penulis. Peneliti. N’s. Food scientist. an ISTP.

    Blog Archive

    • ▼  2021 (10)
      • ▼  November (1)
        • Jogja
      • ►  Maret (2)
      • ►  Februari (5)
      • ►  Januari (2)
    • ►  2020 (3)
      • ►  Desember (1)
      • ►  Februari (1)
      • ►  Januari (1)
    • ►  2019 (11)
      • ►  November (2)
      • ►  Oktober (1)
      • ►  Mei (1)
      • ►  April (2)
      • ►  Januari (5)
    • ►  2018 (109)
      • ►  Oktober (1)
      • ►  September (1)
      • ►  Agustus (2)
      • ►  Juni (1)
      • ►  April (13)
      • ►  Maret (31)
      • ►  Februari (28)
      • ►  Januari (32)
    • ►  2017 (115)
      • ►  Desember (13)
      • ►  November (11)
      • ►  Oktober (14)
      • ►  September (21)
      • ►  Agustus (14)
      • ►  Juli (2)
      • ►  Juni (5)
      • ►  Mei (6)
      • ►  April (4)
      • ►  Maret (9)
      • ►  Februari (9)
      • ►  Januari (7)
    • ►  2016 (161)
      • ►  Desember (6)
      • ►  November (6)
      • ►  Oktober (12)
      • ►  September (25)
      • ►  Agustus (20)
      • ►  Juli (19)
      • ►  Juni (16)
      • ►  Mei (18)
      • ►  April (10)
      • ►  Maret (10)
      • ►  Februari (13)
      • ►  Januari (6)
    • ►  2015 (309)
      • ►  Desember (10)
      • ►  November (20)
      • ►  Oktober (27)
      • ►  September (24)
      • ►  Agustus (25)
      • ►  Juli (70)
      • ►  Juni (47)
      • ►  Mei (20)
      • ►  April (29)
      • ►  Maret (18)
      • ►  Februari (10)
      • ►  Januari (9)
    • ►  2014 (41)
      • ►  Desember (6)
      • ►  November (9)
      • ►  Oktober (10)
      • ►  September (15)
      • ►  Februari (1)
    • ►  2013 (2)
      • ►  Agustus (2)
    • ►  2012 (16)
      • ►  November (1)
      • ►  Oktober (3)
      • ►  Juli (1)
      • ►  Juni (3)
      • ►  April (3)
      • ►  Februari (3)
      • ►  Januari (2)
    • ►  2011 (11)
      • ►  Desember (5)
      • ►  Oktober (1)
      • ►  September (5)

    Total Tayangan Halaman

    Most View

    • Design Expert
      Ini salah satu aplikasi olah data yang akan aku gunakan untuk merancang dan menganalisis penelitian yang akan aku lakukan. Ada cerita y...
    • Bagian Terbaik
      Salah satu bagian terbaik dari caramu mencintaiku adalah saat kau selalu berusaha menjagaku, memastikan bahwa aku tiba di rumah tepat w...
    • Student Exchange
      Nabila lagi student exchange on fire! Jangan diganggu yaa, pokoknya kali ini harus lolos! Hashtagnya lagi refreshing, empet ngurusin orga...
    • Lagi-lagi Tentang Gamais
      Jalan dakwah itu terjal, curam, dan sedikit yang mau melewatinya. Gamais adalah tentang cinta. Dan cinta bagiku adalah selalu tentang m...
    • Lebih Berani
      Malam ini kau boleh mengeluh sejadinya, tapi berjanjilah esok hari kau harus lebih berani menghadapi. Bukan untuk sesiapa, pada akhirny...

    categories

    Catatan Cerita Dandelion Edelweis Food Scientist Idealisme KAMMI Keluarga Raudhatul Jannah Rentang Tunggu Rohis

    Followers

    facebook Google + instagram Twitter

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top