Just Note

Sejak aku jatuh cinta pada caramu membaca, sejak itu pula aku berjanji untuk tidak berhenti menulis

    • Home


    Aku khawatir, jika agamaku bukan menjadi alasan kau memilihku. Dan lebih khawatir lagi jika alasanmu memilihku bukan karena agamaku.


    Rentang Tunggu, 1 Desember 2015
    Azifah Najwa

    Aku maunya dikirim mawar aslinya, bukan dikirim gambarnya _(._.)_
    Continue Reading

    Aku telah belajar banyak dari spasi, bahwa jarak telah mencipta begitu banyak makna. Tapi teramat naif bila kini aku berkata: aku begitu menikmati keterpisahan ini.

    Waktu memang terlalu angkuh untuk mengerti betapa mencekamnya rindu yang mendera. Boleh aku jujur? Ada luka di sana, yang tak butuh pemulihan apa-apa kecuali jumpa.


    Dandelion, 29 November 2015
    Azifah Najwa

    Jarak ini sungguh menyakitkan :'(
    Continue Reading

    OKE FINE!! :|
    Aku siap tempur untuk memperjuangkan mapres mas :/

    Kemudian ingat,
    Barangsiapa yang mengenal dirinya, maka dia akan sibuk untuk memperbaikinya dibanding menyibukkan dirinya dengan aib dan kesalahan orang lain.

    Imam Ibnul Qoyyim dalam Al-Fawa'id, hal 53


    Jum'at barakah :)

    Purwokerto, 27 November 2015
    Azifah Najwa
    Continue Reading


    Tekad
    ~Izzatul Islam~

    Kami sadari jalan ini kan penuh onak dan duri 
    Aral menghadang dan kedzaliman yang kan kami hadapi 
    Kami relakan jua serahkan dengan tekad di hati 
    Jasad ini , darah ini sepenuh ridho Ilahi 

    Kami adalah panah-panah terbujur 
    Yang siap dilepaskan dari busur
    Tuju sasaran , siapapun pemanahnya 

    Kami adalah pedang-pedang terhunus 
    Yang siap terayun menebas musuh 
    Tiada peduli siapapun pemegangnya 

    Asalkan ikhlas di hati tuk hanya Ridho Ilahi 

    Kami adalah tombak-tombak berjajar 
    Yang siap dilontarkan dan menghujam 
    Menembus dada lantakkan keangkuhan 

    Kami adalah butir-butir peluru 
    Yang siap ditembakkan dan melaju 
    Mengoyak dan menumbang kezaliman 

    Asalkan ikhlas di hati tuk jumpa wajah Ilahi Rabbi

    Kami adalah mata pena yang tajam 
    Yang siap menuliskan kebenaran 
    Tanpa ragu ungkapkan keadilan 

    Kami pisau belati yang selalu tajam 
    Bak kesabaran yang tak pernah akan padam 
    Tuk arungi da'wah ini , jalan panjang 

    Asalkan ikhlas dihati menuju jannah Ilahi Rabbi


    Sejak lima hari ini saya sering kali bergumam sendiri menyanyikan lagu ini. Ah, tiba-tiba rindu lagi padahal baru saja sampai kosan. Biasanya jam segini masih di ruang diskusi. Biasanya jam segini beberapa akhwat udah mulai mencari posisi untuk tidur. Biasanya jam segini aroma kopi semakin kuat. Biasanya jam segini moderator mulai tidak tahu lagi bagaimana mengendalikan alur diskusi. Kemudian Mba Tila meminta semuanya untuk berhenti diskusi. Karena sudah malam. Sudah ngantuk. Tapi tidak ada yang menggubris. Mba Vina, Mba Oki, Yayak sudah tidak bersuara, ah ternyata mereka sudah terlelap tak sengaja. Maka tinggalah aku, Gita, Mba Aisah, Tyo, Surya, dan Mas Yasin. Sesekali sambil menahan kantuknya Khoirul dan Faza ikut dalam pusara diskusi. Dan tiba-tiba Brigadir Izuddin Al Qassam meneriakkan takbir dengan lantang. Yang kuucap malah istighfar, karena aku kaget. Namanya sungguhan Brigadir Izuddin Al Qasam, dikirim langsung dari bumi para syuhada, hehe kalau yang ini saya bercanda.

    Ah kalian, hanya 67 manusia absurd ini yang tahu ada rekayasa sosial apa dibalik pendirian Indomaret di Sleman, hanya kami juga yang tahu apa korelasi Istighfar dengan kepekaan sosial, iya hanya kami. Yang tidur setiap pukul 3 pagi, menjadi pejuang di malam hari dan rahib di siang hari, ah iya, siang hari kami menjadi rahib yang sangat khusyuk, tau maksudnya? :D

    Ah iya, maafkan kami, yang saat apel pembukaan tidak hafal lagu Mars KAMMI, yang kami ingat hanya "berjuaaang..." itu saja, terus menerus, sampai panitia menanyakan, kalian memperjuangkan apa? xD

    Jadi, ini acara apa?

    DM 2 KAMMI, Bung!

    Salam muslim negarawan!


    Purwokerto, 23 November 2015
    Nabila Faradina Iskandar
    Continue Reading

    Mengikuti DM 2, artinya antum siap menghibahkan diri untuk ummat. -Ketum KAMDA Sleman-

    Tiba-tiba saya ingat QS At Taubah ayat 22

    Malam kedua DM 2, sisa-sisa debu saat jalan 7 km kemarin siang masih menempel di kaki, ditambah bending yang entah berapa puluh kali, membuat pegal, ingin terlelap tapi tetiba ingat bagaimana persiapan pemira, sampai mana LPJ tahsin, untuk grand final sekolah mapres sudah sejauh apa, ah Rabb, kemudian diingatkan, bahwa binaanku juga harus aku penuhi haknya..

    Ah, baru saja aku merasa belum ingin pulang. Betah di sini. Bersama mereka, berdiskusi, bukan debat kusir, bertukar pikiran, bukan menjatuhkan. Sejak pukul 5 sore tadi dan baru selesai 10 menit lalu.. Asyik kan? Siapa yang ga betah coba?

    ah tapi aku sudah rindu... :'(


    Sleman, 20 November 2015
    Azifah Najwa

    Sebenarnya seperti ini  ̄﹏ ̄ tapi harus selalu tampak seperti ini ヽ(^。^)ノ
    Continue Reading
    Pagi tadi tulisan di papan-papan reklame pinggir jalan masih Surakarta, sekarang terbacanya Yogyakarta. Kemarin tiba-tiba Azizah menemui saya, sahabat yang darinya saya belajar untuk menempatkan diri di tempat di mana kita dibutuhkan, dan teman yang sangat ingin menuliskan perjuangan saya untuk kuliah, hingga detik ini, ah Azizah, makasih ya satu botol teh manisnya.
    Kemarin sore perasaan saya juga masih di Danau Pertanian UNS, menghabiskan senja, mengisi perut yang seharian kosong dengan Bakso Pertanian, sambil ngalor ngidul sok ngobrolin politik kampus. Semalam saya juga baru bertemu dengan teman-teman UNS yang tidak sengaja saya temukan di mana-mana, ketemu pasukan se Kebumen Raya lalu menghabiskan semangkuk sop ayam, semalam Solo hujan, jadi sop ayam aku rasa menu yang pas. Kemudian pulang, lalu pagi, lalu ke stasiun lagi untuk ke Sleman, tujuan perjalanan saya kali ini di Sleman, bukan di Solo, bukan di Danau Pertanian, bukan di maskam UNS yang membuat saya tak ingin pulang, bukan pula di kosan Yana.

    Hidup juga begitu. Kita dibolehkan mampir ke sana ke mari, bahkan singgah di kehidupan orang lain. Tapi kita harus ingat, apa tujuan kita.

    Hari ini sampai minggu insya Allah saya akan DM 2, semoga lancar dan berkah, jangan kangen dulu ya dengan tulisan-tulisan saya :p


    Yogyakarta, 18 November 2015
    Azifah Najwa

    See you next time Solo :)
    Continue Reading

    Kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengenal manusia daripada mengenal Dia.

    Kita lebih sering memikirkan orang daripada memikirkan Dia.

    Lebih sering galauin manusia daripada galauin hubungan kita dengan Dia.

    Dan tetap, Dia tidak pernah abai dan lupa mengatur kita. Sedetikpun.

    Masih berani pula banyak minta dan maksa maksa buat mengabulkan doa kita.

    Malu yah..


    Solo, 18 November 2015
    Azifah Najwa

    Pagi ini Solo dingin, hanya pagi ini, entah besok, entah lusa.
    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    About me


    Azifah Najwa. Penulis. Peneliti. N’s. Food scientist. an ISTP.

    Blog Archive

    • ▼  2021 (10)
      • ▼  November (1)
        • Jogja
      • ►  Maret (2)
      • ►  Februari (5)
      • ►  Januari (2)
    • ►  2020 (3)
      • ►  Desember (1)
      • ►  Februari (1)
      • ►  Januari (1)
    • ►  2019 (11)
      • ►  November (2)
      • ►  Oktober (1)
      • ►  Mei (1)
      • ►  April (2)
      • ►  Januari (5)
    • ►  2018 (109)
      • ►  Oktober (1)
      • ►  September (1)
      • ►  Agustus (2)
      • ►  Juni (1)
      • ►  April (13)
      • ►  Maret (31)
      • ►  Februari (28)
      • ►  Januari (32)
    • ►  2017 (115)
      • ►  Desember (13)
      • ►  November (11)
      • ►  Oktober (14)
      • ►  September (21)
      • ►  Agustus (14)
      • ►  Juli (2)
      • ►  Juni (5)
      • ►  Mei (6)
      • ►  April (4)
      • ►  Maret (9)
      • ►  Februari (9)
      • ►  Januari (7)
    • ►  2016 (161)
      • ►  Desember (6)
      • ►  November (6)
      • ►  Oktober (12)
      • ►  September (25)
      • ►  Agustus (20)
      • ►  Juli (19)
      • ►  Juni (16)
      • ►  Mei (18)
      • ►  April (10)
      • ►  Maret (10)
      • ►  Februari (13)
      • ►  Januari (6)
    • ►  2015 (309)
      • ►  Desember (10)
      • ►  November (20)
      • ►  Oktober (27)
      • ►  September (24)
      • ►  Agustus (25)
      • ►  Juli (70)
      • ►  Juni (47)
      • ►  Mei (20)
      • ►  April (29)
      • ►  Maret (18)
      • ►  Februari (10)
      • ►  Januari (9)
    • ►  2014 (41)
      • ►  Desember (6)
      • ►  November (9)
      • ►  Oktober (10)
      • ►  September (15)
      • ►  Februari (1)
    • ►  2013 (2)
      • ►  Agustus (2)
    • ►  2012 (16)
      • ►  November (1)
      • ►  Oktober (3)
      • ►  Juli (1)
      • ►  Juni (3)
      • ►  April (3)
      • ►  Februari (3)
      • ►  Januari (2)
    • ►  2011 (11)
      • ►  Desember (5)
      • ►  Oktober (1)
      • ►  September (5)

    Total Tayangan Halaman

    Most View

    • Design Expert
      Ini salah satu aplikasi olah data yang akan aku gunakan untuk merancang dan menganalisis penelitian yang akan aku lakukan. Ada cerita y...
    • Bagian Terbaik
      Salah satu bagian terbaik dari caramu mencintaiku adalah saat kau selalu berusaha menjagaku, memastikan bahwa aku tiba di rumah tepat w...
    • Student Exchange
      Nabila lagi student exchange on fire! Jangan diganggu yaa, pokoknya kali ini harus lolos! Hashtagnya lagi refreshing, empet ngurusin orga...
    • Lagi-lagi Tentang Gamais
      Jalan dakwah itu terjal, curam, dan sedikit yang mau melewatinya. Gamais adalah tentang cinta. Dan cinta bagiku adalah selalu tentang m...
    • Lebih Berani
      Malam ini kau boleh mengeluh sejadinya, tapi berjanjilah esok hari kau harus lebih berani menghadapi. Bukan untuk sesiapa, pada akhirny...

    categories

    Catatan Cerita Dandelion Edelweis Food Scientist Idealisme KAMMI Keluarga Raudhatul Jannah Rentang Tunggu Rohis

    Followers

    facebook Google + instagram Twitter

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top