Just Note

Sejak aku jatuh cinta pada caramu membaca, sejak itu pula aku berjanji untuk tidak berhenti menulis

    • Home


    Bagaimana jika kita sudahi saja?

    Bukankah kau masih ingin memanjakan egomu, sedang aku sebaliknya
    Bagaimana jika nyatanya selama ini aku tidak menemukan apa yang aku cari
    Bagaimana jika nyatanya aku menyesal pernah punya kesempatan untuk pergi tapi memilih tinggal

    Bagaimana jika aku merasa berjuang seorang diri, pura-pura meyakinkan diri sendiri bahwa aku bahagia, meski nyatanya aku selalu merasa hampa

    Bagaimana jika aku sungguh ingin menyudahi semua ini?
    Bagaimana jika jujur aku katakan, bahagiaku bukan lagi tentang kamu


    Bogor, 19 Oktober 2018
    Azifah Najwa
    Continue Reading


    Kurang lebih dua bulan aku vakum dari urusan per scholarship-an. Memilih menepi sejenak dengan dalih menikmati hidup tanpa beban pikiran. Membantunya mencari pekerjaan, menyiapkan segala berkas-berkas keperluannya, apply satu demi satu perusahaan, menyiapkan segala keperluan interviewnya. Bahkan setelah sesibuk itu, nyatanya aku semakin memikirkannya.

    Tapi aku takut, meski aku tau dia pasti mengizinkan. Bahkan dia merelakan pekerjaannya demi aku bisa melanjutkan S2. Lalu apalagi yang aku ingin dia korbankan, untuk mengikuti keinginanku S2 di luar negeri, haruskah ia mengorbankan pekerjaannya? Mengorbankan keluarganya?

    Aku takut, takut menjadi bebannya, takut menghambatnya.


    Bogor, 2 September 2018
    Azifah Najwa
    Continue Reading

    Aku tahu, dibalik senyummu yang berhasil mengelabuhi semua orang
    Ada resah yang sedang kau pendam
    Ada gelisah yang berhasil kau kubur dalam-dalam

    Kadang kau perlu meletakkan sebentar masalah yang kau genggam erat-erat

    Sejenak mengalihkan perhatian

    Kau perlu ingat,
    Bahwa ada aku yang tak rela kau menanggung beban sendirian




    Kebumen, 19 Agustus 2018
    Azifah Najwa
    Continue Reading

    Kita ini lucu, seperti dua ekor merpati yang sama sama kehilangan satu sayapnya. Melihat merpati lain terbang dengan sempurna; kita merasa cemburu. Lalu kita saling menemukan. Sayap kita memang tidak tumbuh. Tapi sesuatu yang lebih baik tumbuh; kebahagiaan. Sejenak kita merasa kembali memiliki jiwa yang utuh. Seiring usia berkurang, kita pun menjadi pikun soal arti kekosongan. Seiring waktu memendek, harapan-harapan kita soal hidup justru bertambah panjang.


    Bogor, 5 Agustus 2018
    Azifah Najwa
    Continue Reading

    Sebab aku terlalu mengenalmu
    Terlampau paham apa maumu
    Terlanjur mengerti dengan inginmu
    Dan yang aku tahu,
    Di dalamnya tidak pernah ada aku


    Bogor, 27 Juni 2018
    Azifah Najwa
    Continue Reading

    Menurutmu aku harus bagaimana?

    Memilih mengambil jarak kau malah menjauh
    Bersikeras tapi kecewa yang aku dapat

    Apa aku sudah tak berharga lagi bagimu?



    Bogor, 28 April 2018
    Azifah Najwa
    Continue Reading

    Terima kasih, skripsi, setidaknya kau membuatku sedikit dibutuhkannya

    Karena perihal pekerjaannya aku tak pernah tahu bagaimana lebih lagi diajak bercerita
    Karena pekerjaan dan hobiku sungguh tidak menarik untuknya



    Bogor, 24 April 2018
    Azifah Najwa
    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    About me


    Azifah Najwa. Penulis. Peneliti. N’s. Food scientist. an ISTP.

    Blog Archive

    • ▼  2021 (10)
      • ▼  November (1)
        • Jogja
      • ►  Maret (2)
      • ►  Februari (5)
      • ►  Januari (2)
    • ►  2020 (3)
      • ►  Desember (1)
      • ►  Februari (1)
      • ►  Januari (1)
    • ►  2019 (11)
      • ►  November (2)
      • ►  Oktober (1)
      • ►  Mei (1)
      • ►  April (2)
      • ►  Januari (5)
    • ►  2018 (109)
      • ►  Oktober (1)
      • ►  September (1)
      • ►  Agustus (2)
      • ►  Juni (1)
      • ►  April (13)
      • ►  Maret (31)
      • ►  Februari (28)
      • ►  Januari (32)
    • ►  2017 (115)
      • ►  Desember (13)
      • ►  November (11)
      • ►  Oktober (14)
      • ►  September (21)
      • ►  Agustus (14)
      • ►  Juli (2)
      • ►  Juni (5)
      • ►  Mei (6)
      • ►  April (4)
      • ►  Maret (9)
      • ►  Februari (9)
      • ►  Januari (7)
    • ►  2016 (161)
      • ►  Desember (6)
      • ►  November (6)
      • ►  Oktober (12)
      • ►  September (25)
      • ►  Agustus (20)
      • ►  Juli (19)
      • ►  Juni (16)
      • ►  Mei (18)
      • ►  April (10)
      • ►  Maret (10)
      • ►  Februari (13)
      • ►  Januari (6)
    • ►  2015 (309)
      • ►  Desember (10)
      • ►  November (20)
      • ►  Oktober (27)
      • ►  September (24)
      • ►  Agustus (25)
      • ►  Juli (70)
      • ►  Juni (47)
      • ►  Mei (20)
      • ►  April (29)
      • ►  Maret (18)
      • ►  Februari (10)
      • ►  Januari (9)
    • ►  2014 (41)
      • ►  Desember (6)
      • ►  November (9)
      • ►  Oktober (10)
      • ►  September (15)
      • ►  Februari (1)
    • ►  2013 (2)
      • ►  Agustus (2)
    • ►  2012 (16)
      • ►  November (1)
      • ►  Oktober (3)
      • ►  Juli (1)
      • ►  Juni (3)
      • ►  April (3)
      • ►  Februari (3)
      • ►  Januari (2)
    • ►  2011 (11)
      • ►  Desember (5)
      • ►  Oktober (1)
      • ►  September (5)

    Total Tayangan Halaman

    Most View

    • Ramadhan!
      Scene: Dengerin adzan mafaza sambil ngulang hafalan yang mau disetor Malam terakhir sebelum Ramadhan Ah betapa rindunya dengan suasana r...
    • Jadi, Izinkan Aku Pergi
      Bukan tanpa alasan, semua sudah kujelaskan hingga detailnya. Ketika aku memutuskan untuk menjauh namun yang ada kita harus selal...
    • Menyatakan Cinta
      Menyatakan cinta barangkali tidak semudah mengatakan "Apa kabar?" atau "Terima kasih" Sebab bersamanya ada sebu...
    • Dear, you
      Teruntuk teman-teman satu lingkaran yang tengah memperjuangkan proposal penelitian, penelitian, atau revisian :) Dear, you.. Berlama...
    • Zaki
      Aku pernah mendengar seseorang berkata, "Jika pun saat ini kita siap menikah, apakah kita siap jika ada hal-hal yang direnggut dari sua...

    categories

    Catatan Cerita Dandelion Edelweis Food Scientist Idealisme KAMMI Keluarga Raudhatul Jannah Rentang Tunggu Rohis

    Followers

    facebook Google + instagram Twitter

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top