Just Note

Sejak aku jatuh cinta pada caramu membaca, sejak itu pula aku berjanji untuk tidak berhenti menulis

    • Home
    Puisi lama

    1.    Pantun Berkait

    Bertamu ke rumah mbok Rama
    Melihat ketupat di atas bangku
    Sholat itu tiang agama
    Jangan lupa sholat lima waktu
                Melihat ketupat di atas bangku
                Dimakan saja rasanya nikmat
                Jangan lupa sholat lima waktu
                Akan bahagia dunia akhirat
    Dimakan saja rasanya nikmat
    Apalagi ditambah opor sayur
    Akan bahagia dunia akhirat
    Jangan kikir dan takabur

    2.    Pantun Kilat (Karmina)

    *      Pergi ke butik, beli selendang
    Bu Tuti cantik, semua senang

    *      Beli angsa, tersandung mati
    Bahasa Indonesia, selalu di hati

    *      Bentuk liat, dibakar luluh
    Belajar giat, nilai dapat sepuluh

    3.    Talibun

    Selasih di rimba Jambi
    Rotan ditarik orang pauh
    Putus akarnya di jerami
    Kasih pun baru dimulai
    Tuan bawa berjalan jauh
    Itu menghina hati kami



    4.    Syair

    Pada zaman dahulu kala
    Hiduplah sebuah keluarga
    Keluarga yang bahagia
    Namun tak ada putra di sana

    Bertahun-tahun mereka merana
    Tanpa putra di sampingya
    Beribu cara untuknya
    Tetap saja tak kunjung ada

    Hingga akhirnya hadirlah ia
    Sang mantra dari kota Jogja
    Dengan gaya nan sederhana
    Tapi tetap menjaga wibawa

    5.    Pantun

    Jikalau diberi cinderamata
    Jangan lupa berterima kasih
    Yuk kuatkan tekat tuk raih cita
    Demi ayah dan bunda terkasih





    Oleh:
    *      Aziz Mustolih
    *      Diyah Hardiyanty
    *      Nabila Faradina Iskandar
    *      Zaky Zhilalan Fulki

    November, 2010
    Continue Reading

    Gelandangan dan Pengemis

    Akhir-akhir ini gelandangan dan pengemis (gepeng) terus bermunculan di kota-kota besar di  Indonesia. Khususnya di Ibu Kota, hal ini kian membuat wajah Ibu Kota kian kumuh. Terlebih di persimpangan jalan. Sejumlah ruas jalan kini telah dikuasai para gepeng dari anak-anak, dewasa, hingga manula.
    Sejumlah program telah dilakukan Pemerintah Kota (pemkot) dari masing-masing daerah untuk mengatasi masalah ini. Sebagian mematuhi kebijakan Pemkot. Tapi ternyata tidak sedikit pula yang tetap mengacuhkan anjuran, bahkan ancaman Satpol PP yang akan memberikan sanksi tegas berupa kurungan penjara dianggap seperti angin berlalu.
                Belum lagi, gepeng anak di sejumlah perismpangan dan sejumlah ruas jalan lainnya masih saja terus mengemis. Meski telah diamankan beberapa kali dan ditegaskan kalau mencari uang merupakan tugas orang tua, bukan anak-anak. Hal itu kian menunjukkan kalau para gepeng tidak takut ancaman maupun sanksi yang selama ini diterapkan Pemkot.
    Tetapi, kita juga bias membantu pemkot untuk mengatasi masalah tersebut salah satunya adalah:
    1.         Menyumbangkan Uang
    Pilih satu badan amal dan berikan sumbangan secara rutin atau setiap tahun sekali.
                                         
    2.      Memberikan Barang Bekas yang Dapat Didaur Ulang
    Di tempat-tempat yang ada pendaurulangan, mengumpulkan kaleng dan botol bekas yang dapat didaur ulang adalah satu-satunya pekerjaan yang tersedia bagi para gelandangan. Namun ini merupakan pekerjaan jujur yang memerlukan inisiatif. Anda bisa membantu para gelandangan dengan menyimpan botol, kaleng, dan koran bekas, lalu memberikannya kepada mereka daripada membawanya ke pusat daur ulang atau membuangya.

    3.      Memberikan Pendapatan dari Penjualan Hasil Karya Anda
    Apapun keahlian atau minat Anda, semuanya bisa menjadi kesempatan untuk menghasilkan karya yang dapat dijual demi kepentingan organisasi-organisasi yang membantu para gelandangan.
    4.        Memberi pakaian pantas pakai
    Kumpulkan dan sumbangkan semuanya ke organisasi yang menyediakan tempat tinggal bagi para gelandangan. Sebagian besar tempat penampungan memerlukan banyak pakaian untuk dipakai.

                Selain itu, masih ada banyak cara untuk mengatasi permasalahan sosial ini, diperlukan dukungan dari  warga untuk tidak memberikan uang kepada gepeng. Terlebih lagi membiarkan gepeng tinggal di wilayahnya. Jika ditemukan masyarakat yang menajdikan aksi mengemis sebagai profesi, namun ketika dibina enggan bertobat, maka warga pun diminta untuk segera melaporkannya kepada Satpol PP.  Agar lebih memudahkan memberikan informasi, pemkot  hendaknya menyediakan layanan pengaduan untuk mengatasi gepeng.
    Pemerintah juga bisa mengatasi permasalahan tersebut dengan cara:
    1.      Untuk para gepeng yang sudah berusia lansia dapat di tamping di panti sosial.
    2.      Untuk para gepeng yang berusia tenaga kerja (15-64 tahun), dapat dibina agar dapat bekerja dan mandiri.
    3.      Untuk para gepeng yang masih berusia sekolah, pemerintah hendaknya memberikan beasisiwa agar mereka bisa menempuh pendidikan yang layak.





                                                                                                                Nama:
    1.      Aziz Mustolih
    2.      Dito Hardoyo Gandhi
    3.      Nabila Faradina Iskandar
    4.      Nawangsari Ari Murti
    Kelas:
          X.7






    Continue Reading

    Bahasa Daerah;
    Mungkin Dia Harus Diklaim Terlebih Dahulu
    Agar Kita Mau Mengenalnya


    “Ah, hari ini ada ulangan bahasa daerah!”
                Keluhan itu acap kali dilontarkan oleh siswa-siswa di Indonesia dan Anda tentu tidak asing mendengarnya. Ya, bahasa daerah kini dianggap sebagai momok menakutkan oleh generasi-generasi muda. Semenjak pemerintah menetapkan bahasa daerah sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah, banyak siswa yang kecewa. Bahasa daerah adalah bahasa yang rumit dan dianggap sakral karena aturan-aturannya, pernyataan itu menjadi alasan lama yang masih abadi di kalangan remaja Indonesia.
    Kini pesona bahasa daerah di mata masyarakat Indonesia pun kian pudar, banyak generasi muda Indonesia yang tidak menggunakannya lagi dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa Jawa misalnya, bahasa Jawa memiliki tingkat keindahan yang berbeda  dengan dengan bahasa – bahasa lainnya. Bahasa Jawa mengajarkan bagaimana seharusnya kita menghormati yang lebih tua dan bagaimana seharusnya kita menyayangi yang lebih muda. Namun, kini lambat laun bahasa jawa mulai punah . Banyak kawula muda yang mulai acuh dengan bahasa Jawa , diantaranya mereka hanya fasih dalam bahasa ngoko saja. Namun, lebih memprihatinkan lagi ketika generasi muda Indonesia lebih fasih dalam melafalkan bahasa asing
    Di era globalisasi seperti sekarang ini, kedudukan bahasa daerah semakin terpuruk. Terlebih, ketika bahasa asing terutama bahasa Inggris menjadi bahasa internasional, keberadaan bahasa daerah semakin terjepit, mau tidak mau kini semua orang dituntut untuk menguasai bahasa internasional jika ingin diakui di dunia internasional.
    Inilah kedudukan bahasa daerah di mata masyarakat Indonesia, kian hari kian memprihatinkan saja.  Kebanyakan generasi muda Indonesia lebih menyukai belajar bahasa asing ketimbang  belajar bahasa daerah. Pernyataan bahwa bahasa asing lebih muda dipelajari menjadi faktor utama generasi muda menganak tirikan bahasa daerah. Hampir setiap hari, generasi muda Indonesia berbondong-bondong mengikuti les bahasa asing. Bahkan, orang tua mereka rela merogoh kocek dalam-dalam demi kemajuan berbahasa anaknya. Padahal, bahasa daerah tak kala pentingnya dengan bahasa asing. Menurut prediksi peneliti, dalam kurun waktu 100 tahun ke depan jumlah bahasa-bahasa daerah  hanya tersisa 50 persen. Lainnya akan punah akibat kuatnya pengaruh bahasa-bahasa utama dalam kehidupan global.
    Bahasa daerah adalah identitas bangsa yang memebedakan bangsa kita dengan bangsa lainnya, yang mencerminkan kepribadian kita di mata dunia. Jika kita melupakan bahasa daerah, maka tidak mustahil jika dunia juga melupakan kita, karena mencintai bahasa sendiri saja kita tidak mampu, apalagi mencintai bahasa yang lain. Entah akan menjadi apa bangsa ini ketika generasi-generasi penerusnya melupakan identitas bangsanya. Apakah harus menunggu bahasa-bahasa daerah di Indonesia di klaim bangsa lain untuk membuat kita mengenalnya?


     Nabila Faradina Iskandar, 2011
    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    About me


    Azifah Najwa. Penulis. Peneliti. N’s. Food scientist. an ISTP.

    Blog Archive

    • ▼  2021 (10)
      • ▼  November (1)
        • Jogja
      • ►  Maret (2)
      • ►  Februari (5)
      • ►  Januari (2)
    • ►  2020 (3)
      • ►  Desember (1)
      • ►  Februari (1)
      • ►  Januari (1)
    • ►  2019 (11)
      • ►  November (2)
      • ►  Oktober (1)
      • ►  Mei (1)
      • ►  April (2)
      • ►  Januari (5)
    • ►  2018 (109)
      • ►  Oktober (1)
      • ►  September (1)
      • ►  Agustus (2)
      • ►  Juni (1)
      • ►  April (13)
      • ►  Maret (31)
      • ►  Februari (28)
      • ►  Januari (32)
    • ►  2017 (115)
      • ►  Desember (13)
      • ►  November (11)
      • ►  Oktober (14)
      • ►  September (21)
      • ►  Agustus (14)
      • ►  Juli (2)
      • ►  Juni (5)
      • ►  Mei (6)
      • ►  April (4)
      • ►  Maret (9)
      • ►  Februari (9)
      • ►  Januari (7)
    • ►  2016 (161)
      • ►  Desember (6)
      • ►  November (6)
      • ►  Oktober (12)
      • ►  September (25)
      • ►  Agustus (20)
      • ►  Juli (19)
      • ►  Juni (16)
      • ►  Mei (18)
      • ►  April (10)
      • ►  Maret (10)
      • ►  Februari (13)
      • ►  Januari (6)
    • ►  2015 (309)
      • ►  Desember (10)
      • ►  November (20)
      • ►  Oktober (27)
      • ►  September (24)
      • ►  Agustus (25)
      • ►  Juli (70)
      • ►  Juni (47)
      • ►  Mei (20)
      • ►  April (29)
      • ►  Maret (18)
      • ►  Februari (10)
      • ►  Januari (9)
    • ►  2014 (41)
      • ►  Desember (6)
      • ►  November (9)
      • ►  Oktober (10)
      • ►  September (15)
      • ►  Februari (1)
    • ►  2013 (2)
      • ►  Agustus (2)
    • ►  2012 (16)
      • ►  November (1)
      • ►  Oktober (3)
      • ►  Juli (1)
      • ►  Juni (3)
      • ►  April (3)
      • ►  Februari (3)
      • ►  Januari (2)
    • ►  2011 (11)
      • ►  Desember (5)
      • ►  Oktober (1)
      • ►  September (5)

    Total Tayangan Halaman

    Most View

    • Design Expert
      Ini salah satu aplikasi olah data yang akan aku gunakan untuk merancang dan menganalisis penelitian yang akan aku lakukan. Ada cerita y...
    • Bagian Terbaik
      Salah satu bagian terbaik dari caramu mencintaiku adalah saat kau selalu berusaha menjagaku, memastikan bahwa aku tiba di rumah tepat w...
    • Student Exchange
      Nabila lagi student exchange on fire! Jangan diganggu yaa, pokoknya kali ini harus lolos! Hashtagnya lagi refreshing, empet ngurusin orga...
    • Lagi-lagi Tentang Gamais
      Jalan dakwah itu terjal, curam, dan sedikit yang mau melewatinya. Gamais adalah tentang cinta. Dan cinta bagiku adalah selalu tentang m...
    • Lebih Berani
      Malam ini kau boleh mengeluh sejadinya, tapi berjanjilah esok hari kau harus lebih berani menghadapi. Bukan untuk sesiapa, pada akhirny...

    categories

    Catatan Cerita Dandelion Edelweis Food Scientist Idealisme KAMMI Keluarga Raudhatul Jannah Rentang Tunggu Rohis

    Followers

    facebook Google + instagram Twitter

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top