Just Note

Sejak aku jatuh cinta pada caramu membaca, sejak itu pula aku berjanji untuk tidak berhenti menulis

    • Home
    Bismillah

    Tentang Raudhatul Jannah. Ah iya, beberapa hari ini kami belajar tentang arti memberi. Menurut kalian, apa itu memberi?

    Bagi kami memberi adalah setiap hal. Saat Gayatri menemaniku begadang. Saat Yuni tidak pulang malam. Saat Resti tidak opname. Saat Wawa berbicara bahasa inggris. Saat Fida ikut kami makan malam. Saat Mba Hasna menemukan tangisanku kemudian mengetuk dan memberiku es krim. Saat Nurini mendatangiku hanya untuk mendengarkan aku mengadu.

    Aku lupa, kalau Gayatri akan menemaniku kapan pun, tidak harus begadang. Yuni juga lebih sering pulang awal. Resti selalu berusaha agar tidak sakit, aku kadang yang lupa masak, Resti jadi harus makan diluar. Wawa juga selalu belajar bahasa inggris. Fida lebih senang saat makan malam bersama kita. Dan Mba Hasna, tanpa membawa es krim akan memelukku begitu menemukan tangisku pecah di malam buta. Mereka ada. Tanpa pernah aku minta.

    Tapi seringnya, aku lupa.


    Raudhatul Jannah, 27 September 2015
    Azifah Najwa
    Continue Reading


    Jepang. Ah, iya, antara pasrah dan pasrah. Selisih dua jam dari tempat aku berpijak melawan tiga puluh derajat garis bujur. Tentang negeri dengan bunga berkelopak pink yang berguguran di jilbabku. Tentang suasana menyenangkan yang ditawarkan di film-film Doraemon. Faghfirly...


    Sejujurnya aku takut menulis tulisan ini. Sama takutnya dengan membaca tulisan-tulisanku yang dulu. Tentang mimpi menjadi dokter gigi, yang telah mati terbunuh kenyataan.


    Ah iya, minggu yang panjang, ku rasa. Tentang Gamais Fair. Dan beberapa karya ilmiah yang lupa terjamah. Maaf jika kurang amanah. Besok sudah senin. Enzim Pangan. Matakuliah yang tiba-tiba menjadi favorit selain Evaluasi Gizi. Minggu-minggu sebelumnya belajar pendahulan, pengertian, dan ruang lingkup enzim, minggu kemarin belajar menjadi Presiden. Iya, belajar enzim membuatku merasa seperti presiden. Memikirkan feneomena dari segala aspek kehidupan, dituntut berpikir holistik. Dan satu hal, aku merasa menjadi manusia di sini, iya karena segala keputusan yang diambil harus didasari landasan filosofis. Menyenangkan kan?


    Cerita enzim hanya pengalihan, sejujurnya aku sedang galau. Beberapa hari yang lalu menemukan email mendarat di inboxku. Email yang terbang jauh-jauh dari Australia. Essay competition yang kukirim entah kapan itu, ternyata lolos. Ke Australia. Harusnya aku bahagia, kata Mba Hasna. Tapi entahlah. Paspor belum ada, pake biaya sendiri pula. Ah, Allah Maha Kaya kok. Jadi aku harus apa? 



    Gedung TP, 27 September 2015
    Azifah Najwa
    Continue Reading


    Berulang aku mendegar, cinta itu fitrah, mencintai adalah pilihan. Dan betapa bodohnya aku memilih jatuh cinta. Ust. Salim A. Fillah dalam bukunya Jalan Cinta Para Pejuang pernah menjelaskan, saat jika kita diberi kesempatan untuk jatuh cinta pada siapa, harusnya kita tidak memilih untuk jatuh cinta pada siapa pun, karena cinta akan mengambil semua yang kita miliki. 

    Sedangkan aku? Memilih untuk jatuh cinta. Iya, aku memutuskan untuk jatuh cinta pada Gamais. Mencintai dengan sepenuh hati dan kesadaran penuh. Jangan tanya berapa kali aku merasa dikecewakan oleh keluarga ini. Bukankah cinta tumbuh karena kita pernah dikecewakan? Begitu sih kata saudara Liqoku. Dan aku mengiyakan. Aku pernah bertandang ke berbagai rumah, dan tinggal di sana, tapi rumahku di sini, di Gamais. 

    Ini tentang ukhuwah, ketika keluarga tak bisa kupandang, kehangatan mereka ada, kasih sayang mereka yang aku rasakan.

    Gamais organisasi, tapi bukan sekadar organisasi. Tentang ruhiyah yang diakrabkan iman. Awalnya tak percaya, jadi aku buktikan. Kita semua buktikan. Kita tak jarang bahkan sering kali merasa dikecewakan, tapi kita kembali ke rumah ini. Tak sedikit dari kita yang merasa pernah ditinggalkan, tapi nyatanya, kita, kami, mereka semua kembali ke rumah ini. 

    Gamais, bolehkan aku jatuh cinta berkali-kali padamu. Mencintai karena Allah. :')


    Purwokerto, 26 September 2015
    Azifah Najwa
    Continue Reading


    Rasanya, dalam setiap cup es krim hanya ada rasa manis. Tak peduli walau manisnya setipis vanila, menjelma pahit yang disebut coklat, atau asam yang bermetamorfosis menjadi strawberry. Tidak ada rasa yang dominan. Semuanya sama.

    Mau sesekali aku ajak menikmati hidup bersama es krim? Tentang sebuah perjalanan yang mengajarkan pengendalian, pengendalian dari lemak yang menggendutkan. Juga pengendalian perasaan, bahwa ternyata perasaan lebih sulit dilupakan daripada rentetan aksara meski kutulis berlembar-lembar.

    Ah, aku baru sadar, selain menulis dan melukis es krim juga membuatku tiba-tiba autis :D


    Purwokerto, 25 September 2015
    Azifah Najwa

    Ah iya, udah ada yang nagih abstrak .-.
    Continue Reading
    Kita adalah siapa yang hidup pada imaji masing-masing. Saat khalayak mulai riuh bertanya-tanya siapa "ia" yang tengah digambarkan. Kita sepakat untuk terus diam sembari benar mengupayakan. Sebab kita sama-sama sepaham.

    Kita adalah siapa yang masih perlu memecahkan ego masing-masing.


    Dandelion, 25 September 2015
    Azifah Najwa

    Selamat pagi Purwokerto! :)
    Continue Reading

    Jika kau ingin mengeluh, pulanglah, mengeluh saja padaku. Kau boleh sepuasnya mengeluh, menyampaikan segala ketidaksetujuanmu atas apa pun. Tapi sungguh hindarilah mengeluh di depan khalayak.


    Purwokerto, 23 September 2015
    Azifah Najwa

    Pulang untuk mengadu :'
    Continue Reading
    Kita -kau lebih tepatnya- semakin paham satu sama lain. Kau tahu apa yang harus kau lakukan saat aku mulai puasa bicara. Memelukku dengan erat, itu saja. Tak perlu kalimat apa-apa. Tidak rayuan, tidak juga permintaan maaf.

    Diantara begitu banyak persoalan yang ada di dunia ini, sebagian besar dari mereka selesai bersama waktu. Dan solusinya, kesabaran untuk membiarkannya berlalu begitu saja. Iya, cukup dibiarkan katamu.


    Dandelion, 22 September 2015
    Azifah Najwa
    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    About me


    Azifah Najwa. Penulis. Peneliti. N’s. Food scientist. an ISTP.

    Blog Archive

    • ▼  2021 (10)
      • ▼  November (1)
        • Jogja
      • ►  Maret (2)
      • ►  Februari (5)
      • ►  Januari (2)
    • ►  2020 (3)
      • ►  Desember (1)
      • ►  Februari (1)
      • ►  Januari (1)
    • ►  2019 (11)
      • ►  November (2)
      • ►  Oktober (1)
      • ►  Mei (1)
      • ►  April (2)
      • ►  Januari (5)
    • ►  2018 (109)
      • ►  Oktober (1)
      • ►  September (1)
      • ►  Agustus (2)
      • ►  Juni (1)
      • ►  April (13)
      • ►  Maret (31)
      • ►  Februari (28)
      • ►  Januari (32)
    • ►  2017 (115)
      • ►  Desember (13)
      • ►  November (11)
      • ►  Oktober (14)
      • ►  September (21)
      • ►  Agustus (14)
      • ►  Juli (2)
      • ►  Juni (5)
      • ►  Mei (6)
      • ►  April (4)
      • ►  Maret (9)
      • ►  Februari (9)
      • ►  Januari (7)
    • ►  2016 (161)
      • ►  Desember (6)
      • ►  November (6)
      • ►  Oktober (12)
      • ►  September (25)
      • ►  Agustus (20)
      • ►  Juli (19)
      • ►  Juni (16)
      • ►  Mei (18)
      • ►  April (10)
      • ►  Maret (10)
      • ►  Februari (13)
      • ►  Januari (6)
    • ►  2015 (309)
      • ►  Desember (10)
      • ►  November (20)
      • ►  Oktober (27)
      • ►  September (24)
      • ►  Agustus (25)
      • ►  Juli (70)
      • ►  Juni (47)
      • ►  Mei (20)
      • ►  April (29)
      • ►  Maret (18)
      • ►  Februari (10)
      • ►  Januari (9)
    • ►  2014 (41)
      • ►  Desember (6)
      • ►  November (9)
      • ►  Oktober (10)
      • ►  September (15)
      • ►  Februari (1)
    • ►  2013 (2)
      • ►  Agustus (2)
    • ►  2012 (16)
      • ►  November (1)
      • ►  Oktober (3)
      • ►  Juli (1)
      • ►  Juni (3)
      • ►  April (3)
      • ►  Februari (3)
      • ►  Januari (2)
    • ►  2011 (11)
      • ►  Desember (5)
      • ►  Oktober (1)
      • ►  September (5)

    Total Tayangan Halaman

    Most View

    • Design Expert
      Ini salah satu aplikasi olah data yang akan aku gunakan untuk merancang dan menganalisis penelitian yang akan aku lakukan. Ada cerita y...
    • Bagian Terbaik
      Salah satu bagian terbaik dari caramu mencintaiku adalah saat kau selalu berusaha menjagaku, memastikan bahwa aku tiba di rumah tepat w...
    • Student Exchange
      Nabila lagi student exchange on fire! Jangan diganggu yaa, pokoknya kali ini harus lolos! Hashtagnya lagi refreshing, empet ngurusin orga...
    • Lagi-lagi Tentang Gamais
      Jalan dakwah itu terjal, curam, dan sedikit yang mau melewatinya. Gamais adalah tentang cinta. Dan cinta bagiku adalah selalu tentang m...
    • Lebih Berani
      Malam ini kau boleh mengeluh sejadinya, tapi berjanjilah esok hari kau harus lebih berani menghadapi. Bukan untuk sesiapa, pada akhirny...

    categories

    Catatan Cerita Dandelion Edelweis Food Scientist Idealisme KAMMI Keluarga Raudhatul Jannah Rentang Tunggu Rohis

    Followers

    facebook Google + instagram Twitter

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top